Thank you for your interest!

Add free and premium widgets by Addwater Agency to your Tumblelog!


To hide the widget button after installing the theme:

  1. Visit your Tumblr blog's customization page (typically found at http://www.tumblr.com/customize).
  2. Click on Appearance.
  3. Click Hide Widget Button.
  4. Click on Save+Close.

For more information visit our How-To's page.

Questions? Visit us at tumblr.addwater.com

[close this window]

Malu, takut, patuh, taat, suka, senang, cinta, lalu ikhlas


--me

Tuhan, lindungi aku dari jiwa gelisah dan duka. Lindungi aku dari kehendak yang lemah dan malas. Lindungi aku dari kikir dan takut. Lindungi aku dari menumpuknya utang dan pemaksaan orang kuat


--konon ini perkataan Nabi. Namun terlepas dari siapapun yang pertamakali mengucapkannya, kata-kata ini terdengar sederhana namun luas maknanya. sangat indah rangkaiannya.. 

kebakaran jenggot itu hanya berlaku untuk mereka yang punya jenggot panjang


--me

1x   2x  3x  4x  5x  6x  7x  …  makin asik yee..

Hal yang dirindukan bukanlah bersama siapa kita waktu itu, tapi betapa serunya moment itu ketika kita lewatkan dengan orang-orang yg tepat. Mungkin kita akan bertemu kembali dengan muka-muka itu, namun tidak dapat mengulang moment yg sama seperti saat itu.




Ngeliat ini di path temen… Enak juga nih jadi menu lebaran buat “tolak bala”. Hahahaha…

Ngeliat ini di path temen… Enak juga nih jadi menu lebaran buat “tolak bala”. Hahahaha…

Terus Bilang Saya Bajingan (2)

Kami bilang pasanganmu sedang berbohong
Kau jawab “saya lebih baik dibohongi, daripada tahu itu”
Kami bilang apa adanya terntang dirimu
Kau jawab “kalian tidak tahu perasaan”
Kami memuji keindahan tubuh seseorang
kau jawab “pikiran kalian kotor sekali”
Kami katakan jujur apa yang ada didalam pikiran kami
kau jawab “kalian begitu vulgar, dan tidak menghormati kami”

Kami bicara bohong, berpura-pura, menggombal sampah
kau jawab “kalian baik sekai, senang bisa kenal kalian”

Terus siapa yang bajingan ?
Terus bilang saya bajingan ?

Terus Bilang Saya Bajingan (1)

Kau sibuk ajak orang-orang bersujud menyembah Tuhanmu
Sementara hatimu sendiri tidak bersujud
Kami tidak pernah bersujud, kami bukan orang taat
Sementara disetiap hirupan nafas kami, hati kami selalu bersujud


Kau berteriak keras untuk memanggil orang-orang menghadap Tuhanmu
Sementara didalam doamu, kau tidak ingat Tuhanmu
Kami bukan orang yang tertib menghadap Tuhan
Sementara ketika kami rindu Tuhan kami, maka setulus itu kami berdoa dan merindu


Kau sibuk megajak orang berbuat baik bermodal kacamata kudamu
Sementara kau memakai kekerasan untuk mengajak orang berbuat baik
Kami adalah banjingan paling tengik dan jahat di muka bumi
Sementara ketika kami mengajak pada keburukan sekalipun, kami tetap memakai kelembutan

Terus siapa yang bajingan ?
Terus bilang saya bajingan ?

Rectoverso

Minggu pagi buka youtube, lagi dengerin lagunya Raisa, karena penasaran bagaimana dia men-cover lagu berjudul “Firasat” yang pernah dinyanyikan oleh Marcell beberapa tahun silam. Pas lihat di deskripisnya, ternyata lagu ini adalah sebuah soundtrack sebuah film omnibus atau antologi Indonesia bernuansa cinta yg berjudul “Rectoverso”.

Melengkapi jajaran film indonesia yang berkualitas, dari ribuan film sampah yang memalukan (terutama film hantu-hantu), film ini muncul dan menambah warna baru yang indah. Komentar pertama gw pas lihat di 10 menit pertama.. “naaaah.. iniiii baru film !!!!”.

Kalau dari sudut pandang gw, tema film ini bercerita tentang “terkadang ada cinta yang tidak dapat dikatakan, namun terasa indah dalam hati saat dia datang”.

Terbagi menjadi beberapa alur kehidupan yang berbeda (seperti di film Cloud Atlas), terkadang membuat orang bingung akan alurnya. Tapi secara keseluruhan, cara akting, pemilihan aktor, dan ide ceritanya kereeeeen bangeeeeet !

Habis nonton film ini, membuat gw berpikir, terkadang orang yang mencintai kita dengan sepenuh hati itu, bukan orang yang dapat mengekspresikan rasa itu dengan mengatakannya secara lisan, atau menunjukkannya dengan sinyal-sinyal yang membuat kita tahu bahwa dia memiliki rasa kepada kita, atau bukanlah orang-orang yang menunjukkannya dengan agresif dan menyatakannya.  BUKAN!

Terkadang, orang yang dengan hati mencintai kita itu, adalah seorang pemerhati, yang hanya melihat dari jauh dan mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan hanya dengan berada didekat kita, atau adalah seorang pendengar sejati yang rela menyempatkan waktunya mendengarkan semua keluhan hidup kita, atau adalah seorang yang memberikan apa yang kita butuhkan, dapat membaca “pikiran” kita disaat orang lain tidak mengerti kita.  Namun sayangnya, dari semua yang orang itu lakukan, kita tidak sadar bahwa ada cinta yang saat itu dia berikan.

Tidak kita ketahui apa dan mengapa orang itu tidak men-deklarasi-kan cintanya. Mungkin karena faktor pertemanan, persahabatan, agama, keluarga, rasa takut pada diri sendiri, keadaan mental, dan berbagai macam faktor unik lainnya.

Sayangnya, kita sering tidak peka akan hal-hal diatas, dan memilih orang yang lain, hanya karena orang lain lebih dapat mengekspresikannya dibandingkan para “pecinta dari hati” itu.

Hmmm.. “hati manusia, siapa yang tahu..”

film yg menarik yaa.. ditonton aja, sebelum di banned sama mimin youtube :)

Padang Bulan

Padang Bulan adalah sebuah lagu yang indah dari almarhum Franky Sahilatua. Liriknya mengalir begitu sejuk dan menenangkan hati. Pilihan-pilihan kata didalam lagu ini, terasa tegas dan memiliki makna yang dalam.

Kalau lagi dengerin lagu ini, gw selalu mengingatkan hati gw untuk terus bersujud kepada Tuhan, walaupun dalam keadaan jauh sekalipun dari Tuhan.

Prinsip gw..  Senakal-nakalnya, sejahat-jahatnya, sesesat-sesatnya manusia, tetap didalam hatinya harus selalu bersujud pada Tuhannya, karena disanalah tempat berbaringnya “hati nurani”.

Sayangnya gw gak nemu lagunya di internet, jadi cari-cari sendiri aja yaa.. sekarang liriknya dulu :p

Padang Bulan - Franky Sahilatua

cahaya kasih sayang, menaburi malam
hidayah dan rembulan, menghadirkan Tuhan
alam raya, cakrawala, pasrah dan sembahyang
yang palsu ditanggalkan, yang sejati datang
yang dusta dikuakkan, topeng-topeng hilang
jiwa sujud, hati tunduk, padamu Tuhanku

beribu hambamu, bernyanyi rindu
bergerak menari, bagai gelombang
sepi mereka, karena dipinggirkan
oleh kezaliman, kekuasaan dan kesombongan

suara mereka, merobek langit
bergolak, sunyi mereka semua

waktu berhenti, alam menanti
Tuhan kekasih, akan mengakhiri

tumbuhnya kesadaran, karena kejernihan
bangkitnya kekuatan, karena kebersamaan
orang-orang berkumpul, bergandengan tangan

lahirlah-lahirlah, lahir kembali
bangunlah-bangunlah, bangun kembali
mengumpulkan, kepingan-kepingan
saudaramu, yang ditinggalkan oleh kemajuan

kekasih mendampingi setiap langkah
pada laparmu cintanya merekah
tataplah wajahnya, hatimupun cerah

lihatlah-lihatlah, mentari baru
yang terbit, dari dalam tekadmu

sesudah senja, diujung duka
nikmatilah, mengalirnya cahaya

Seperti bercanda, padahal serius. Ketika serius ternyata bercanda :) Manusia itu benar2 unik.


--Me